Ikha2705’s Weblog

November 17, 2010

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Indonesia

Filed under: Uncategorized — ikha @ 7:33 am

Tangung jawab social perusahaan bukan lagi merupakan sesuatu barang mewah yang dapat dibeli oleh kalangan tertentu saja. Perusahaan multinasional dan Indonesia berusaha melayani para konsumen yang kekurangan pelayanan dan kurang beruntung dalam berbagai masyarakat tempat perusahaan-perusahaan tersebut bekerja.  Memperbaiki Kehidupan, Memberi Penghidupan merupakan misi IRD.

Dengan pengalaman 10 tahun di Indonesia, serta program-program di lebih dari 20 negara di seluruh dunia, IRD menunjukkan kapasitas yang telah terbukti dalam bidang-bidang terpenting—assessment, perencanaan, dan perancangan; pelaksanaan dan pengelolaan program; pemantauan; serta pencapaian hasil. Dengan kantor-kantor serta staf yang tersebar di seluruh Indonesia, IRD mampu menyediakan ramuan yang tepat antara keahlian lokal dan internasional untuk membantu Anda membawa perubahan yang tahan lama.

Pendekatan yang dilakukan perusahaan tersebut adalah :

•  Melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan, mendengarkan apa kebutuhan mereka, dan mempelajari peluang, hambatan serta kapasitas masyarakat.
•  Merancang, melaksanakan dan mengelola program yang pragmatis namun visioner, dengan target-target serta hasil-hasil yang terdefinisikan dengan jelas. Program dirancang untuk keberlanjutan dan memberdayakan masyarakat yang dilayani.
•  Menggunakan sumber daya setempat—baik berupa finansial, non-finansial, struktural, ataupun human capital—yang diperkuat dengan tenaga ahli internasional dan sumber-sumber daya lain yang diperlukan
•  Secara berkesinambungan mengukur kemajuan dan hasil, memodifikasi program selagi berjalan untuk memastikan pencapaian hasil.
•  Secara aktif membagikan kisah kami, menjalin hubungan yang positif dengan masyarakat dan meningkatkan pengetahuan akan merek usaha dan investasi CSR Anda.

Manfaat yang dapat diambil dari perusahaan tersebut adalah :

•  Bagi sektor swasta—Manfaat langsung bagi bisnis merupakan fondasi kunci dari gerakan CSR. Investasi CSR menghasilkan citra yang lebih kuat bagi perusahaan dan merek dagang Anda, peningkatan daya saing dan pengurangan risiko, liputan pers yang positif, dan pemahaman yang lebih baik terhadap lingkungan yang Anda layani, yang berpotensial menciptakan berbagai jenis produk dan layanan baru.
•  Bagi LSM dan organisasi pembangunan—Komunitas-komunitas memerlukan intervensi eksternal untuk membantu menangani banyak tantangan pembangunan yang dihadapi dewasa ini. IRD dapat menyediakan manajemen proyek mulai dari konsep hingga evaluasi, sehingga mengurangi kekhawatiran Anda akan kapasitas dan operasi Anda. Dengan sejarah dan jangkauan kami yang luas di Indonesia, kami mengenal para mitra lokal kami dan membawa pengetahuan dan kapasitas lokal
•  Bagi pemerintah daerah—Anggaran dan kapasitas yang terbatas untuk proyek-proyek pembangunan hanyalah dua contoh tantangan yang dihadapi berbagai komunitas dalam rangka desentralisasi yang terus bertumbuh. IRD bekerja bersama pemerintah-pemerintah daerah untuk membangun jembatan antara sektor swasta dan LSM untuk membantu para tokoh masyarakat mencapai sasaran mereka untuk membuka kesempatan dan pertumbuhan yang lebih baik bagi warga masyarakat mereka.

Keunggulan pada perusahaan ini terbukti dengan  operasi sepanjang 10 tahun di seluruh Indonesia, jaringan lima kantor yang telah berdiri, para tenaga ahli lokal, dan sekumpulan staf dan konsultan internasional IRD, kami memiliki sumber daya untuk membantu Anda bergerak. Kemampuan IRD terletak pada enam buah bidang inti:
•  Pertolongan – IRD telah mendistribusikan hampir $300 juta dalam bentuk komoditas esensial—obat-obatan, perlengkapan medis, pakaian, makanan, air, peralatan kebersihan, peralatan sekolah, dan selimut—kepada para pengungsi dan korban bencana di seluruh dunia. Kami dapat merespon dengan cepat dan bekerja bersama sumber daya yang Anda miliki untuk memberi bantuan di wilayah yang paling membutuhkan pada saat krisis.
•  Masyarakat Madani – Inisiatif masyarakat madani membantu masyarakat dan organisasi di tingkat akar rumput membangun kerjasama, kapasitas organisasi, dan minat dalam pembangunan masyarakat. Setelah warga masyarakat terorganisasi dan memperoleh informasi yang lebih baik, mereka dapat berpartisipasi dalam proses demokrasi dan bergerak aktif dalam berbagai bidang mulai dari pengembangan usaha hingga kesehatan dan pendidikan hingga penyelesaian konflik serta penciptaan perdamaian..
•  Pembangunan Ekonomi – Suatu perekonomian yang mantap, baik di tingkat nasional maupun daerah, adalah dasar untuk memperbaiki kehidupan dan memberi

Tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social  responsibility (untuk selanjutnya disebut CSR) mungkin masih kurang popular dikalangan pelaku usaha nasional. Namun, tidak berlaku bagi pelaku usaha asing. Kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan secara sukarela itu, sudah biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan multinasional ratusan tahun lalu.

Berbeda dengan  kondisi Indonesia, di sini kegiatan CSR baru dimulai beberapa tahun  belakangan. Tuntutan masyarakat dan perkembangan demokrasi serta derasnya arus globalisasi dan pasar bebas, sehingga memunculkan kesadaran dari dunia industri tentang pentingnya melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).  Walaupun sudah lama prinsip-prinsip CSR diatur dalam peraturan perundang-undangan dalam lingkup hukum perusahaan.

Hasil Program Penilaian Peringkat Perusahaan (PROPER) 2004-2005 Kementerian Negara Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa dari 466 perusahaan dipantau ada 72 perusahaan mendapat rapor hitam, 150 merah, 221 biru, 23 hijau, dan tidak ada yang berperingkat emas. Dengan begitu banyaknya perusahaan yang mendapat rapor hitam dan merah, menunjukkan bahwa mereka tidak menerapkan tanggung jawab lingkungan. Disamping itu dalam prakteknya tidak semua perusahaan menerapkan CSR. Bagi kebanyakan perusahaan, CSR dianggap sebagai parasit yang dapat membebani biaya “capital maintenance”. Kalaupun ada yang melakukan CSR, itupun dilakukan untuk adu gengsi. Jarang ada CSR yang memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.

Kondisi tersebut makin populer tatkala DPR mengetuk palu tanda disetujuinya klausul CSR masuk ke dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UU PM).  Pasal 74 UU PT yang menyebutkan bahwa setiap perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Aturan lebih tegas sebenarnya juga sudah ada di UU PM Dalam pasal 15 huruf b disebutkan, setiap penanam modal berkewajiban melaksankan tanggung jawab sosial perusahaan. Jika tidak, maka dapat dikenai sanksi mulai dari peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal, atau pencabutan kegiatan usaha dan/atau  fasilitas penanaman modal  (pasal 34 ayat (1) UU PM).

  • Esensi Pengaturan CSR sebagai Kewajiban Hukum

Sebelum membahas  lebih jauh mengenai hubungan antara CSR dan implikasinya terhadap iklim penanaman modal  perlu kiranya mengetahui apa yang dimaksud dengan CSR. Sampai saat ini belum ada kesamaan pandang mengenai konsep dan penerapan CSR, meskipun kalangan dunia usaha menyadari bahwa  CSR ini amat penting bagi keberlanjutan usaha suatu perusahaan. Gurvy Kavei mengatakan, bahwa praktek CSR dipercaya menjadi landasan fundamental bagi pembangunan berkelanjutan (sustainability development), bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi stakeholders dalam arti keseluruhan.

  • Dari pengertian-pengertian  CSR tampak belum adanya keseragaman ataupun persamaan persepsi dan pandangan mengenai CSR. Terlihat dari ketentuan dalam UUPM dan UUPT, melihat tanggung jawab sosial pada titik pandang yang berbeda. UUPM lebih menekankan CSR sebagai upaya perusahaan untuk menciptakan harmonisasi dengan lingkungan di mana ia beroperasi. Sedangkan UUPT justru mencoba memisahkan antara tanggung jawab sosial dengan tanggung jawab lingkungan. UUPM bertolak dari konsep tanggung jawab perusahaan pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan (triple bottom line). Namun demikian keduanya mempunyai tujuan yang sama mengarah pada CSR sebagai sebuah komitmen perusahaan terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan.
    • CSR dan Implikasinya pada Iklim Penanaman Modal di Indonesia

Selanjutnya akan dibahas mengenai bagaimana CSR dan implikasinya terhadap iklim penanaman modal di Indonesia. Penanaman modal dalam  UUPM No. 25 Tahun 2007, Pasal  1 angka 1 dinyatakan bahwa ”Penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia.Kehadiran UUPM NO. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal diharapkan, mampu memberikan angin segar kepada investor dan memberikan iklim investasi yang menggairahkan. Kenyamanan dan ketertarikan investor asing terutama apabila terciptanya sebuah kepastian hukum dan jaminan adanya keselamatan dan kenyamanan terhadap modal yang ditanamkan.       Secara garis besar tujuan dari dikeluarkannya UU PM  tentunya disamping memberikan kepastian hukum juga adanya transparansi dan tidak membeda-bedakan serta memberikan perlakuan yang sama kepada investor dalam dan luar negeri.

  • Tujuan penyelenggaraan penanaman modal hanya dapat tercapai apabila faktor penunjang yang menghambat iklim investasi dapat diatasi, antara lain melalui perbaikan koordinasi antarinstansi Pemerintah Pusat dan Daerah, penciptaan birokrasi yang efisien, kepastian hukum di bidang penanaman modal, biaya ekonomi yang berdaya saing tinggi, serta iklim usaha yang kondusif di bidang ketenagakerjaan dan keamanan berusaha. Dengan perbaikan faktor tersebut, diharapkan realisasi penanaman modal akan membaik secara signifikan.
  • Penerapan kewajiban CSR sebabagaimana diatur dalam UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal , Pasal 15 huruf b menyebutkan ”Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan”. Jika tidak dilakukan maka dapat diberikan sanksi administrasi berupa peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan, hingga pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal (Pasal 34 ayat (1) UU No. 25 Tahun 2007). Sedangkan yang dimaksud “tanggung jawab sosial perusahaan” adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat.
  • CSR dalam konteks penanaman modal harus dimaknai sebagai instrumen untuk mengurangi praktek bisnis yang tidak etis. Oleh karena itu harus dibantah pendapat yang menyatakan CSR identik dengan kegiatan sukarela, dan menghambat iklim investasi. CSR merupakan sarana untuk meminimalisir dampak negatif dari proses produksi bisnis terhadap publik, khususnya dengan para stakeholdernya. Maka dari itu, sangat tepat apabila CSR diberlakukan sebagai kewajiban yang sifatnya mandatory dan harus dijalankan oleh pihak perseroan selama masih beroperasi. Demikian pula pemerintah sebagai agen yang mewakili kepentingan publik. Sudah sepatutnya mereka (pemerintah) memiliki otoritas untuk melakukan penataan atau meregulasi CSR.
  • Pelaksanaan CSR secara konsisten oleh perusahaan akan mampu menciptakan iklim investasi (penanaman modal). Anggapan yang mengatakan bahwa CSR akan menghambat iklim investasi patut ditolak. Ada kewajiban bagi setiap penanam modal yang datang ke Indonesia wajib mentaati aturan atau hukum yang berlaku di Indonesia, apapun bentuknya. Indonesia masih menjanjikan bagi investor dalam maupun asing. Sumber daya alam masih merupakan daya tarik tersendiri dibandingkan negara-negara sesama ASEAN dalam posisi  Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Kondisi tersebut dapat terwujud apabila diimbangi dengan  manfaat dari kesiapan peningkatan mutu infrastrukturt, manusia, pengetahuan dan fisik

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: