Ikha2705’s Weblog

November 7, 2009

PERBANKAN

Filed under: Uncategorized — ikha @ 7:38 am
    1. Pengertian Bank dan Lembaga Keuangan

Definisi mengenai bank yang di kutip dibawah ini pada dasarnya tidak berbeda satu dengan lainnya. Kalaupun ada perbedaan hanya Nampak pada tugas atau usaha bank. Ada yang mendefinisikan bank sebagai suatu badan yang tugas utamanya menghimpun dana dari pihak ketiga. Sedangkan definisi lain mengatakan, bank adalah suatu badan yang tugas utamanya adalah perantara untuk menyalurkan penawaran dan permintaan kredit pada waktu yang di tentukan

Abdurahman dalam Ensiklopedia Ekonomi Keuangan dan Perdagangan menjelaskan bahwa bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, dan lain-lain.

Definisi bank menurut UU No.14/1967 pasal1 tentang pokok-pokok perbankan adalah Lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.

    1. Asal Mula Bank

Pada zaman Babylonia, Yunani, Romawi di duga usaha perbankan telah memegang peranan dalam lalu lintas perdagangan. Tugas bank pada waktu itu lebih bersifat tukar-menukar mata uang, sehingga orang yang melakukannya disebut pedagang uang. Pada umumnya pekerjaan pedagang uang hanyalah sebagai perantara menukarkan mata uang asing dengan mata uang negri sendiri atau sebaliknya. Kemudian usaha ini berkembang dengan menerima tabungan, menitipkan ataupun meminjamkan uang dengan memungut bunga pinjaman.

Awal mula berdirinya bank secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut, kira-kira tahun 2000 sm di Babylonia telah dikenal semacam bank. Bank ini meminjamkan emas dan perak dengan tingkat bunga 20 % setiap bulan dan dikenal sebagai Temples of Babylon. Sesudah zaman Babylon, tahun 500 sm menyusul di Yunani didirikan semacam bank, di kenal sebagai Greek Temple. Yang menerima simpanan dengan memungut biaya penyimpanannya serta meminjamkannya kembali kepada masyarakat. Pada saat itulah muncul banker-bankir swasta pertama. Operasinya meliputi penukaran uang dan segala macam kegiatan bank. Lembaga perbankan yang pertama di Yunani timbul pada tahun 560 sm.

A. Kegiatan Bank di Bidang Asset

Sebelum adanya oil shockbagi dunia barat dan oil boom bagi Negara penghasil minyak, bank-bank umumnya lebih banyak terlibat didalam kegiatan traditional bank, yaitu member kredit kepada nasabahnya.

Karena pasar securities dan trading memberikan keuntungan yang menggiurkan, hal itu menarik peserta-peserta baru untuk ikut serta ambil bagian. Di Industri perbankan sendiri banyak yang menggeserkan prioritas kegiatannya dari kegiatan traditional kepada kegiiatan trading & sevirities. Oleh karena itu banyak bank yang kemudian membuka kantor di New York, Hongkong dan London yang merupakan pusat-pusat kegiatan trading & securities. Profesi baru kemudian bermunculan yang dikenal dengan nama securities dealear dan treasurer.

B. Kegiatan Bank di Bidang Liabilities

Seiring dengan peningkatan kegiatan dibidang asset maka untuk menunjang itu diperlukan funding dan untuk itu perlu berbagai kegiatan di bidang liabilities. Berbagai produk baru diperkenalkan seperti Current Asset dengan suku bunga yang berbeda-beda

    1. Sejarah Singkat Perbankan
  1. Keadaan Sebelum Perang Dunia II

Di Indonesia ( Pada waktu itu Nederland Indie ) terdapat tiga buah bank, di dalamnya pemerintah mempunyai peranan tertentu. Ketiga bank tersebut adalah :

  1. De Javasche Bank N.V didirikan tanggal 10 oktober 1827, kemudian di nasionalisasikan oleh pemerintah RI tanggal 6 Desember 1951 dan akhirnya menjadi Bank Sentral Di Indonesia berdasarkan UU No.13 1968.
  2. De Algemene Volkscredietbank didirikan tahun 1934 di Jakarta.
  3. De Postpaarbank didirikan tahun 1898 yang selanjutnya dengan UU No 9 Drt. Tahun 1950 diganti dengan nama Bank Tabungan Pos dan terakhir dengan UU no. 20 than 1968 menjadi bank Tabungan Negara.

Disamping ketiga bank tersebut, terdapat pula bank-bank lain yang tidak terdapat campur tangan pemerintah, bank tersebut bermodal nasional, Belanda, Inggris, Jepang, Cina.

  1. Bank milik pribumi atau bermodal nasional diantaranya Bank Nasional Indonesia.

  2. Bank milik Belanda atau bermodal Belanda diantaranya Nederland Handels Maatscliappij.
  3. Bank milik inggris yang bernama The Chartered Bank of India
  4. Bank milik Jepang diantaranya The Bank of Taiwan
  5. Bank milik Cina tediri atas The Oversas Chinese Banking Corporation
  1. Keadaan Perbankan setelah Perang Dunia II

  1. Perkembangan Perbankan di Daerah Republik.

Pada masa itu ada dua bank pemerintah, yakni Bank Negara Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia.

  1. Bank Negara Indonesia

Didirikan tanggal 5 Juli 1946 dengan Peraturan Pemerintah dengan pengganti UU no. 2/1946 yang kemudian bernama BNI 1946. BNI banyak membantu kegiatan perjuangan nasional dalam bidang perekonomian pada umumnya dan bidang moneter pada khususnya.

  1. Bank Rakyat Indonesia

Didirikan dengan Peraturan Pemerintah pada tanggal 22 Febuari 1946. BRI ini berasal dari The Aglemene Folkscreditbank yang dalam masa pendudukan jepang bernama Syomin Ginko.

  1. Perbankan di Daerah Federal

Bank-bank yang bermunculan di daerah federal ini adalah bank-bank nasional swasta yang pada umumnya merupakan bank umum dan bergerak dibidang perdagangan bank-bank tersebut.

Hasil-hasil yang dicapai setelah penataan kembali tata perekonomian umumnya dan system perbankan khususnya telah berhasil meningkatkan pengerahan dana masyarakat dan meningkatkan volume perkreditan yang di ikuti dengan peningkatan volume jumlah uang yang beredar. Dari sisi lain berari gairah invetasi swasta nsional dan masyarakat umumnya meningkat dan penanaman modal asing pun meningkat, yang berarti tercipata lapangan kerja lebih banyak dan diharapkan meningkatkan juga tingkat kemakmuran masyarakat.

    1. BANK-BANK UMUM

Berdasarkan undang-undang No.14 tahun 1967 yang dimaksud dengan bank umum ialah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito dan dalam usahanya terutama memberikan kredit jangka pendek.

Bank-bank umum terdiri dari bank-bank umum pemerintah, bank-bank umum swasta, bank-bank umum asing dan bank umum koperasi.

Bank umum pemerintah meliputi :

  • Bank Negara Indonesia 1946

Didirikan dengan UU No 2 Prp Tahun 1946 Jo UU No. 2 Drt Tahun 1955. Dengan UU No. 2 Prp Tahun 1946 bank tersebut didirkan dengan maksud untuk berfungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi, akan tetapi karena perubahan situasi dengan UU No. 2 Drt Tahun 1955 bank tersebut ditetapkan sebagai bank umum.

Bank Negara Indonesia kemudian dilebur kedalam Bank Tunggal Bank Negara Indonesia berdaasarkan Penetapan Presiden Unit III. Berdasarkan UU No.14 Tahun 1967 dan UU No. 13 Tahun 1968, BNI Unit III dipisahkan kembali dari Bank Tunggal dan dengan UU No. 17 Tahun 1968 didirikanlah Bank Negara Indonesia 1946.

  • Bank Dagang Negara

Semula bernama Escomptobank. Didirikan dalam tahun 1857 kemudian dinasionalisasikan dengan peraturan pemerintah No. 13 Tahun 1960. Bank ini didirikan dengan UU No. 13 Prp Tahun 1960 Jo Penetapan Presiden No. 21 Tahun 1965.

Dengan Penetapan Presiden No.21 Tahun1965 ditetapkan bahwa Bank Dagang Negara perlu tetap dilangsungkan berdasarkan undang-undang pendiriannya dan dalam struktur, organisasi serta kgiatan sedia kala dengan ketentuan untuk selalu menyelarasikan kegiatan-kegiatannya ysng bersifat moneter teknis dengan Bank Negara Indonesia. Dengan demikian Bank Dagang Negara merupakan satu-satunya Bank Umum Pemerintah yang berada diluar Bank Negara Indonesia.

  • Bank Bumi Daya

Semula adalah bernama Nederlands Indische Handelsbank, didirikan tahun 1863 yang kemudian menjadi Nationale Handelsbank. Pada tahun 1959 Nationale Handelsbank dinasionalisasikan dengan Peraturan Pemerintah No.39 Tahun 1959 dan berdasarkan UU No. 1 Tahun 1959 menjadi Bank Umum Negara. Tuhan 1965 Bank Umum Negara di lebur ke dalam Bank Tunggal Bank Negara Indonesia berdasarkan Penetapan Presiden No.17 Tahun 1965 dan menjalankan usahanya dengan nama BNI Unit IV.

  • Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Imor Indonesia

Bank Rakyat Indonesia yang merupakan bank pemerintahan pertama

sesudah kemerdekaan Republik Indonesia mula-mula didirikan dengan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 1946. Sebelumnya bank tersebut berturut-turut bernama Algemene Volkscredietbank (didirikan pada tahun 1934) dan Syomin Ginko.

Dengan UU No. 41 Prp Tahun1960 maka didirikan Bank Koperasi Tani dan Nelayan yang tugasnya menjalankan usaha perkreditan rakyat khususnya menyelenggarakan perkreditan kepada koperasi, kaum tani, dan nelayan dalam arti seluas-luasnya.

  • Bank-bank Umum Swasta

Disamping bank-bank umum pemeritah yang sudah dikemukakan diatas,

terdapat pula bank-bank umum swasta yang kantor pusatnya tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya adalah :

  1. Bank Bali
  2. Bank Dagang Nasional Indonesia
  3. Bank Niaga
  4. Bank Buana Indonesia
  5. Bank Pacific
  6. Bank Central Asia
  7. Bank Duta
  8. Pan Indonesia Bank ( Panin )
  9. Overseas Express Bank

Selain itu berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 1968 pada waktu itu diizinkan beroperasi 10 buah bank asing, dan sebuah bank campuran ( asing ) yang seluruhnya berkedudukan di Jakarta. Bank-bank tersebut adalah :

    • Bank of America
    • America Express
    • Chase Manhattan Bank
    • City Bank
    • Standart Chartered Bank
    • European Asian Bank
    • Hong kong and Shanghai Banking Corporation
    • Bank of Tokyo
    • Bangkok Bank
    • Algemene Bank Nederland
    1. BANK SENTRAL

Bank Indonesia merupakan bank sentral berdasarkan UU No.13 Tahun 1968. Bank ini berasal dari De Javasche Bank yang didirikan pada tanggal 10 oktober 1827, kemudian di nasionalisasikan pada tahun 1951 dengan UU No. 24 Tahun 1951. Melalui UU No. 11 Tahun 1953 ( Undang-undang Pokok Bank Indonesia 1953), De Javasche Bankwet 1922 dicabut dan dengan nama Bank Indonesia didirikan suatu bank Sentral untuk menggantikan De Javasche Bank N.V.

Berdasarkan Penetapan Presiden No. 17 Tahun 1965 Bank Indonesia bersama-sama dengan bank Koperasi Tani dan Nelayan, Bank Negara Indonesia, Bank umum Negara, dan Bank Tabungan Negara dilebur kedalam Bank Tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia ( BNI ). Berdasarkan surat keputusan Mentri Urusan Bank Sentral No. KEP.65/UBS/65, bank-bank tersebut diatas menjalankan usaha-usahanya masing-masing dengan nama BNI unit 1, Unit II, Unit III, Unit IV dan Unit V. Bank Negara Indonesia Unit I berfungsi sebagai Bank Sirkulasi, Bank Sentral dan Bank Umum.

Sebagai pelaksanaan ketentuan yang tercantum dalam pasal 55 Ketetapan MPRS No. XXIII/MPRS/1966 yang berbunyi, “Dalam rangka pengamanan keangan Negara pada umumnya dan pengawasan serta penyehatan tata perbankan pada khususnya, maka segera harus di tetapkan Undang-undang pokok perbankan ( berlaku terhitung mulai tanggal 1 Januari 1968 ) dan UU No. 13 Tahun 1968 Tentang Bank Sentral.

Berdasarkan UU No. 13 Tahun 1968 BNI Unit I dipisahkan kembali dari Bank Tunggal dan didirikan sebuah Bank Sentral di Indonesia dengan nama Bank Indonesia.

Berdasarkan UU No. 14 Tahun 1967 dan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam pasal 51 ayat 2 UU No. 13 Tahun 1968, maka bank-bank Negara yang dilebur ke dalam Bank Negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Penetapan Presiden No. 17 Tahun 1965 dipisahkan kembali dan kemudian didirikan bank-bank Negara baru, masing-masing dengan undang-undang tersendiri.

    1. BANK-BANK PEMBANGUNAN

Berdasarkan UU No. 14/1967 yang dimaksud dengan bank pembangunan adalah Bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk deposito atau mengeluarkan kertas berharga jangka menengah dan panjang di bidang pembangunan.

Bank-bank pembangunan terdiri atas bank pembangunan pemerintah, bank-bank pembangunan daerah, dan pembangunan swasta.

  • Bank Pembangunan Indonesia

Merupakan bank pembangunan pemerintah yang didirikan dengan UU No. 21 Tahun 1960 dan merupakan kelanjutan dari Bank Industri Negara, yang didirikan pada tanggal 4 April 1951 sebagai sebuah NV, yang kemudian disahkan menjadi suatu badan hukum dengan UU No. 5 Drt Tahun 1962.

  • Bank Pembangunan Daerah

Di daerah-daerah tingkat I, terdapat bank-bank Pembangunan Daerah

( BPD ) yang kini berjumlah 27 bank. Dasar hukum pendirian BPD adalah UU No. 13 Tahun 1962 tentang ketentuan-ketentuan pokok Bank Pembangunan Daerah.

  • Bank Pembangunan Swasta

Disamping itu terdapat pula sebuah Bank Pembangunan Swasta yang berkedudukan di Jakarta, yaitu Bank Pembangunan Industri.

    1. BANK-BANK TABUNGAN

Berdasarkan UU No. 14/1967 yang dimaksud dengan Bank Tabungan ialah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk tabungan dan dalam usahanya tertama memperbungakan dananya dalam kertas berharga.

Bank tabungan terdiri atas :

  1. Bank Tabungan Negara

Merupakan Bank tabungan milik Negara yang didirikan dengan UU No. 20 Tahun 1968. Bank ini berasal dari Postspaarbank.ordonantie. yang diubah beberapa kali, terakhir dengan UU No. 9 Drt Tahun 1950 nama Postpaarbank diganti dengan Bank Tabungan Pos

  1. Bank Tabungan Swasta

Disamping bank Tabungan Negara terdapat pula bank-bank tabungan swasta, yang kantor pusatnya tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.

    1. BANK –BANK RURAL ( SEKUNDER )

Selain bank-bank yang sudah di kemukakan di atas terdapat pula bank desa, lumbung desa, bank koperasi, dan bank pasar yang sering juga disebut Bank Rural atau bank sekunder.

    1. LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK ( LKBB )

Lembaga keuangan bukan bank mulai banyak didirikan dalam tahun 1972. Tujuanya untuk mendorong pengembangan pasar uang dan pasar modal serta membantu permodalan perusahaan-perusahaan, terutama pengusaha golongan ekonomi lemah. Untuk tujuan tersebut LKBB diperkenankan menghimpun dana dari masyarakat dengan cara mengeluarkan surat-surat berharga untuk kemudian menyalurkannya kepada perusahaan dan melakukan kegiatan sebagai perantara dalam penerbitan surat-surat berharga tersebut.

2.6.1 Pengertian Lembaga Keuangan

Lembaga Keuangan Bukan Bank ialah semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana terutama dengan jalan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya ke dalam masyarakat, tertama guna membiayai investasi perusahaan-perusahaan.

      1. Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank
  1. Lembaga Pembiayaan Pembangunan yang dewasa ini berjumlah tiga buah.
  2. Lembaga Perantara Penerbitan dan Perdagangan surat-surat berharga yang kini berjumlah Sembilan buah.
  3. Lembaga Keuangan lainnya yang akan diatur kemudian. Hingga kini terdapat 2 buah LKBB jenis lainnya, yaitu PT. Papan Sejahtera Bersama Pembiayaan Indonesia.
      1. Dasar Hukum Lembaga Keuangan Bukan Bank

Adapun dasar hukum bagi pendirian dan usaha Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah :

  1. UU No. 15 Tahun 1952 Tentang Bursa ( Lembaran Negara No. 67 Tahun 1952 )

  2. Surat keputusan Mentri Keuangan No. Kep -38/MK/IV/1972 tanggal 18 Januari 1972 tentang Perubahan dan tambahan Surat Keputusan Mentri Keuangan No. Kep -792/MK/IV/12/1970 tanggal 7 Desember 1970.
      1. Macam Usaha Lembaga Keuangan Bukan Bank

Macam Usaha yang dapat dilakukan oleh masing-masing jenis lembaga keuangan bukan bank tersebut diantaranya adalah :

  1. Lembaga Keuangan Jenis Pembiayaan Pembangunan dengan usaha utama memberikan kredit jangka menengah ( 1 s/d 5 tahun ) dan jangka panjang ( lebih dari 5 tahun)
  2. Lembaga Keuangan Jenis Pembiayaan Investasi/ Lembaga Perantara Penerbitan dan Perdagangan surat-surat berharga usaha utamanya adalah sebagai perantara dalam penerbitan dan menjamin serta menanggung terjualnya surat-surat berharga. Lembaga Keuangan ini tidak diperkenankan memberikan kredit.

2.7 JENIS DAN MACAM LEMBAGA PERBANKAN

2.7.1 Dilihat dari Segi Fungsinya

Dari segi ini dapat kita kenal diantaranya :

  1. Bank Sentral ialah Bank Indonesia sebagai dimaksud dalam UUD 1945 dan yang didirikan berdasarkan UU No. 13/1968.
  2. Bank Umum ialah bank yang dalam pengumpulan dananya menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito dan dalam usahanya terutama memberikan kredit jangka pendek.
  3. Bank Tabungan ialah bank yang dalam pengumpulan dananya menerima simpanan dalam bentuk tabungan dan dalam usahanya terutama memperbungakan dananya dalam kertas berharga.
  4. Bank Pembangaan ialah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk deposito atau mengeluarkan kertas berharga jangka menengah dan panjang, serta dalam usahanya terutama memberikan kredit jangka menengah dan panjang di bidang pembangunan.
  5. Bank Desa ialah bank yang menerima simpanan dalam bentuk uang dan natura, dan dalam usahanya memberikan kredit jangka pendek dalam bentuk uang maupun dalam bentk natura kepada sector pertanian dan pedesaan.
      1. Dilihat dari Segi Kepemilikan
        1. Bank-bank Milik Negara terdiri dari :
  • Bank Sentral atau Bank Indonesia yang didirikan dengan UU No. 13/1968.
        1. Bank-bank Umum Milik Negara terdiri dari :
  • Bank Negara Indonesia (1946) yang didirikan dengan UU No. 17/1968.
  • Bank Dagang Negara ( BDN ) yang didirikan dengan UU No. 19/1968.
  • Bank Bumi Daya ( BBD ) yang didirikan dengan UU No. 19/1968.
  • Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) yang didirikan dengan UU No.22/1968.
        1. Bank Milik Pemerintah Daerah

Dewasa ini bank milik pemerintah daerah adalah bank-bank pembangunan daerah yang terdapat pada setiap daerah tingkat I. Bank ini didirikan berdasarkan UU No. 13/1962.

        1. Bank-bank Milik Swasta

Bank milik swasta ini di bagi kedalam 3 macam yaitu :

  1. Bank Milik Swasta Nasional

Bank milik swasta ini bergabung dalam organisasi yang bernama Perhimpunan Bank-bank Nasional Swasta ( Perbanas) yang didirikan sejak tahun 1953. Diantaranya Bank Umum Swasta, Bank Tabungan Swasta, Bank Pembangunan Swasta.

  1. Bank Milik Swasta Asing

Merupakan bank yang seluruh sahamnya dimiliki oleh warga Negara asing dan badan-badan hukum yang peserta dan pemimpinnya terdiri atas warga Negara asing, diantaranya adalah Bank Umum Asing, Bank Pembangunan Asing, Bank Tabungan Asing.

  1. Kerja Sama antara Bank Swasta Nasional dan Swasta Asing

        1. Bank Koperasi

Bank yang modalnya berasal dari perkumpulan koperasi, diantaranya adalah Bank Umum Koperasi, Bank Tabungan Koperasi, Bank Pembangunan Koperasi.

      1. Dilihat dari Segi Penciptaan Uang Giral

Dilihat dari segi ini, di kenal dua jenis bank yaitu

  1. Bank Primer adalah bank yang dapat menciptakan uang giral, misalnya Bank Sirkulasi (Bank Sentral) yang dapat menciptakan kredit dalam bentuk uang kertas bank dan uang giral dan Bank Umum yang dapat menciptakan uang giral.
  2. Bank Sekunder adalah bank yang bertugas sebagai perantara dalam menyalurkan kredit. Diantaranya adalah Bank Tabungan dan bank-bank lainnya yang tidak menciptakan uang giral.

      1. Bank Menurut Undang-Undang No. 7 Tahun 1992

Sesuai dengan UU No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan Bab III Pasal 5, Menurut jenisnya bank terdiri atas : Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat

    1. SUMBER DANA DAN PENANAMAN DANA

2.8.1 Sumber Dana Perbankan

Sebagai Lembaga Keuangan, bank memiliki usaha pokok berupa menghimpun dana yang (sementara) tidak di pergunakan untuk kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kedalam masyarakat untuk jangka waktu tertentu.

Dalam usaha menghimpun dana tersebut, sudah tentu bank harus mengenal sumber-sumber dana yang terdapat didalam berbagai lapisan masyarakat dengan bentuk yang berbeda-beda pula. Secara garis besar sumber dana yang dimaksud diantarannya adalah

  1. Dana yang Bersumber dari bank sendiri

Modal setor yang berasal dari para pemegang saham dapat dikatakan bersifat tetap dalam arti selamanya tetap mengendap dalam bank dan tidak akan mudah ditarik begitu saja oleh penyetornya.

  1. Dana yang berasal dari masyarakat luas

Dana yang berasal dari masyarakat ini, merupakan suatu tulang punggung dari dana yang harus diolah atau dikelola oleh bank untuk memperoleh keuntungan. Dalam dunia perbankan, dana yang berasal dari masyarkat luas ini secara tradisional terdiri dari :

  1. Simpanan Giro ( demand-deposit)
  2. Simpanan Deposito ( Time deposito)
  3. Tabungan (saving)
  4. Dana yang berasal dari Lembaga keuangan, baik berbentuk bank maupun non bank.

2.8.2 Penanaman Dana

2.8.2.1 Penanaman Dana dalam Bentuk Pinjaman/Kredit

* Pengertian Kredit

Pinjaman yang diberikan (kredit) ialah penyediaan uang, atau tagihan-tagihan yang dapat disamakan dengan itu berdasarkan persetujuan pinjam-meminjam antara bank dan lain pihak dalam hal, pihak peminjam berkewajiban melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga yang telah ditetapkan.

  • Jangka Waktu
  1. Kredit Jangka Pendek
  2. Kredit Jangka Menengah
  3. Kredit Jangka Panjang
  • Jaminan

Bank umum tidak memberikan kredit tanpa jaminan kepada siapa pun juga.Jaminan dalam arti luas merupakan yang bersifat material maupun bersifat immaterial. Fungsi dari pemberian jaminan tersebut guna memberikan hak dan kekusaan kepada bank untuk mendapatkan pelunasan dengan jaminan barang-barang tersebut.

  • Penilaian

Dalam menilai suatu permintaan kredit bank biasanya berpedoman kepada beberapa factor antara lain watak, kemampuan, modal, jaminan dan kondisi-kondisi ekonomi

2.8.2.2 Penanaman Dana dalam Bentuk Surat Berharga

Penanaman dana dalam bentuk surat berharga merupakan usaha pokok bank Tabungan. Namun dalam praktek perbankan sekaligus dalam rangka menggairahkan/mengembangkan pasar modal, bank umum, dan bank pembangunan dewasa ini di izinkan pula melakukan kegiatan jual beli surat berharga.

Sebagai cadangan Sekunder, bank dapat membeli surat berharga yang bonafid dan mudah dicairkan. Surat berharga yang sering diperjualbelikan dalam rangka pemanfaatan dana misalnya interbank call money market



Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: