Ikha2705’s Weblog

November 13, 2010

AKUNTANSI BIAYA

Filed under: Uncategorized — ikha @ 12:36 pm

BIAYA BAHAN BAKU

A. UNSUR BIAYA YANG MEMBENTUK HARGA POKOK BAHAN BAKU

YANG DIBELI

Di dalam memperoleh bahan baku, perusahaan tidak hanya

mengeluarkan biaya sejumlah harga beli bahan baku saja, tetapi juga mengeluarkan

biaya-biaya pembelian, pergudangan dan biaya-biaya perolehan lain. Pengetahuan

mengenai sistem pembelian ini penting untuk dipelajari agar dapat diperoleh

gambaran unsur-unsur biaya yang membentuk harga pokok bahan baku yang dibeli.

Sistem Pembelian

Transaksi pembelian lokal bahan baku melibatkan bagian-bagian

produksi, gudang, pembelian, penerimaan barang dan akuntansi. Dokumen sumber

dan dokumen pendukung yang dibuat dalam transaksi pembelian lokal bahan baku

adalah surat permintaan pembelian, surat order pembelian, laporan penerimaan

barang dan faktur dari penjual. Sistem pembelian lokal bahan baku terdiri dari

prosedur permintaan pembelian, prosedur order pembelian, prosedur penerimaan

barang, prosedur pencatatan penerimaan barang di gudang dan prosedur pencatatan

utang.

Biaya yang diperhitungkan dalam harga pokok bahan baku yang dibeli

Menurut prinsip akuntansi yang lazim semua biaya yang terjadi

untuk memperoleh bahan baku dan untuk menempatkannya dalam keadaan siap

untuk diolah, merupakan unsur harga pokok bahan baku yang dibeli. Harga pokok

bahan baku terdiri dari harga beli ( harga yang tercantum dalam faktur pembelian )

ditambah dengan biaya-biaya pembelian dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk

menyiapkan bahan baku tersebut dalam keadaan siap untuk diolah. Harga beli dan

biaya angkutan merupakan unsur yang mudah diperhitungkan sebagai harga pokok

bahan baku, sedangkan biaya-biaya pesan, biaya penerimaan, pembongkaran,

pemeriksaan, asuransi, pergudangan dan biaya akuntansi bahan baku, merupakan

unsur-unsur biaya yang sulit diperhitungkan kepada harga pokok bahan baku yang

dibeli. Karena pembagian biaya pembelian kepada masing-masing jenis bahan baku

Perlakuan terhadap biaya angkutan ini dapat dibedakan sebagai berikut :

1. biaya angkutan diperlakukan sebagai tambahan harga pokok bahan baku yang

dibeli

2. biaya angkutan tidak diperlakukan sebagai tambahan harga pokok bahan baku

yang dibeli, namun diperlakukan sebagai unsur biaya overhead pabrik.

 

B. PENENTUAN HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG DIPAKAI DALAM

PRODUKSI

Dalam persediaan bahan baku yang ada di gudang mempunyai

harga pokok per satuan yang berbeda-beda, meskipun jenisnya sama hal ini dapat

menimbulkan masalah dalam praktik akuntansi, untuk mengatasi masalah ini

diperlukan berbagai macam metode yang diantaranya:

a. metode identifikasi khusus

b. metode masuk pertama keluar pertama

c. metode masuk terakhir keluar pertama

d. metode rata-rata bergerak

e. metode biaya standar

f. metode rata-rata harga pokok bahan baku pada akhir bulan

Metode Pencatatan Biaya Bahan Baku

Ada dua macam metode pencatatan biaya bahan baku yang dipakai

dalam produksi: metode mutasi persediaan dan metode persediaan fisik. Dalam

metode mutasi persediaan, setiap mutasi bahan baku dicatat dalam kartu persediaan.

Dalam metode persediaan fisik, hanya tambahan persediaan bahan baku dari

pembelian saja yang dicatat, sedangkan mutasi berkurangnya bahan baku karena

pemakaian tidak dicatat dalam kartu persediaan. Metode persediaan fisik adalah

cocok digunakan dalam penentuan biaya bahan baku dalam perusahaan yang harga

pokok produksinya dikumpulkan dengan metode harga pokok proses. Metode mutasi

persediaan adalah cocok digunakan dalam perusahaan yang harga pokok produksinya

dikumpulkan dengan metode harga pokok pesanan.

 

 

C. MASALAH-MASALAH KHUSUS YANG BERHUBUNGAN DENGAN

BAHAN BAKU

Masalah-masalah yang terjadi dalam proses produksi dalam

perusahaan sering terjadi yang diantaranya adalah terjadi sisa bahan, produk cacat

dan produk rusak. Yang mana penjelasan masalah-masalah tersebut akan dijelaskan

sebagai berikut:

A. SISA BAHAN

Di dalam proses produksi, tidak semua bahan baku dapat menjadi

bagian produk jadi. Bahan yang mengalami kerusakan di dalam proses pengerjaannya

disebut sisa bahan. Jika di dalam proses produksi terdapat sisa bahan, maka hasil

penjualan sisa bahan tersebut, dapat diperlakukan sebagai berikut:

1. Pengurang biaya bahan baku yang dipakai dalam pesanan yang menghasilkan

sisa bahan tersebut

2. Pengurang terhadap biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi

3. Penghasilan di luar usaha

B. PRODUK RUSAK

Produk rusak adalah produk yang tidak memenuhi standar mutu

yang telah ditetapkan, yang secara ekonomis tidak dapat diperbaiki menjadi produk

yang baik. Sedangkan produk rusak merupakan produk yang telah menyerap biaya

bahan, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Perlakuan terhadap produk

rusak adalah tergantung dari sifat dan sebab terjadinya:

1. jika produk rusak terjadi karena sulitnya pengerjaan pesanan tertentu

atau faktor luar biasa yang lain, maka harga pokok produk rusak

dibebankan sebagai tambahan harga pokok produk yang baik dalam

pesanan yang bersangkutan. Jika produk rusak tersebut masih laku

dijual, maka hasil penjualannya diperlakukan sebagai pengurang biaya

produksi pesanan yang menghasilkan produk rusak tersebut.

2. jika produk rusak merupakan hal yang normal terjadi dalam pross

pengolahan produk, maka kerugian yang timbul sebagai akibat

terjadinya produk rusak dibebankan kepada produksi secara

keseluruhan, dengan cara memperhitungkan kerugian tersebut di

dalam tarif biaya overhead pabrik. Oleh karena itu anggaran biaya

overhead pabrik yang akan digunakan untuk menentukan tarif biaya

overhead pabrik dihitung dengan rumus: biaya overhead pabrik yang

dianggarkan dibagi dengan dasar pembebanan.

C. PRODUK CACAT

Produk cacat adalah produk yang tidak memenuhi standar mutu

yang telah ditentukan, tetapi dengan mengeluarkan biaya pengerjaan kembali untuk

memperbaikinya, produk tersebut secara ekonomis dapat disempurnakan lagi menjadi

produk jadi yang baik. Perlakuan terhadap biaya pengerjaan kembali produk cacat

adalah mirip dengan yang telah dibicarakan dalam produk rusak.

Pencatatan Biaya Bahan Baku dalam HPP Proses adalah sebagai berikut :

Pencatatan pemakaian Bahan Baku di Departemen A:

Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku Departemen A      xxx

Persediaan Bahan Baku                                                                                  xxx

 

Pencatatan pemakaian Bahan Penolong pada Bagian Produksi:

Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Penolong Departemen A          xxx

Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Penolong Departemen B          xxx

Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Penolong Departemen C         xxx

Persediaan Bahan Penolong                                                                         xxx

 

 

 

 

 

 

Pencatatan Biaya Bahan Baku dalam HPP pesanan adalah sebagai berikut :

Dibagi dua prosedur :

§  Prosedur pencatatan pembelian bahan baku, jurnalnya:

 

Persediaan Bahan Baku    xxx

Utang Dagang/Kas                              xxx

 

§  Prosedur pencatatan pemakaian bahan baku, menggunakan metode mutasi persediaan (perpetual). Dalam setiap pemakaian bahan baku harus diketahui pesanan mana yang memerlukannya. Jurnalnya:

 

Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku         xxx

Persediaan Bahan Baku                                                        xxx

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Biaya Overhead Pabrik

Pencatatan Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Merupakan jumlah rupiah yang melekat pada fasilitas fisik dan penunjang dalam

memproduksi barang. Yang termasuk dalam biaya overhead pabrik ini adalah

antara lain

§  BOP dikelompokkan menjadi beberapa golongan, yaitu:

ü  Biaya Bahan Penolong

ü  Biaya reparasi dan pemeliharaan, berupa pemakaian persediaan spareparts dan persediaan supplies pabrik

ü  Biaya tenaga kerja tak langsung

ü  Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap (contoh: biaya penyusutan aktiva tetap)

ü  Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu (contoh: terpakainya asuransi dibayar di muka)

ü  Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran tunai (contoh: biaya reparasi mesain pabrik, biaya listrik)

 

§  BOP dalam metode harga pokok pesanan harus dibebankan kepada setiap pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.

 

§  Tarif BOP ditentukan pada awal tahun/periode dengan cara sbb:

 

Tarif BOP = Taksiran jumlah BOP selama 1 periode

Jumlah Dasar pembebanan*

 

 

Dasar Pembebanan BOP:

ü  Satuan produk

ü  Biaya Bahan Baku

ü  Biaya Tenaga Kerja Langsung

ü  Jam Tenaga Kerja Langsung

ü  Jam Mesin

 

§  BOP yang sesungguhnya terjadi dikumpulkan selama satu tahun yang sama, kemudian pada akhir tahun dibandingkan dengan yang dibebankan kepada produk atas dasar tarif

 

§  Pencatatan BOP yang Dibebankan kepada produk:

 

Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik              xxx

Biaya Overhead Pabrik Dibebankan                                     xxx

 

§  Jurnal penutupan rekening Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan (untuk mempertemukan BOP Dibebankan dengan BOP Sesungguhnya)

 

Biaya Overhead Pabrik Dibebankan                               xxx

Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                               xxx

§  Pencatatan BOP yang Sesungguhnya:

 

Misal: 1. Pemakaian Bahan Penolong:

 

Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                         xxx

Persediaan Bahan Penolong                                                 xxx

 

2. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Tak langsung:

 

Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya                         xxx

Gaji dan Upah                                                                                        xxx

ü Pembebanan BOP sesungguhnya kepada produk dapat dilakukan jika:

q  Produksi relatif stabil dari periode ke periode

q  BOP, terutama yang tetap, bukan merupakan bagian yang berarti dibandingkan dengan jumlah seluruh biaya produksi

q  Hanya diproduksi satu macam produk.

ü Pencatatan berbagai jenis BOP di Departemen Produksi:

Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik              xxx

Persediaan Spareparts                                                                        xxx
Persediaan Bahan lain-lain                                                   xxx
Asuransi Dibayar di Muka                                                      xxx

 

 

Biaya Kerja Tak Langsung

Pada setiap perusahaan tentu ada biaya yang dikeluarkan untuk keperluan buruh. Buruh atau tenaga kerja, merupakan salah satu faktor produksi yang utama dan yang selalu ada dalam perusahaan, meskipun pada perusahaan tersebut sudah digunakan mesin-mesin. Mesin yang bekerja dalam perusahaan tentu saja perlu ditangani oleh tenaga manusia, meskipun mesin-mesin zaman sekarang sudah banyak yang bersifat otomatis. Tenaga Kerja yang bekerja di pabrik dikelompokkan menjadi dua yakni:

  • tenaga kerja langsung dan,
  • tenaga kerja tak langsung,

 

Tenaga kerja langsung pengertiannya pada prinsipnya terbatas pada tenaga kerja di pabrik yang secara langsung terlibat pada proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya produksi atau pada barang yang dihasilkan. Sedangkan tenaga kerja tak langsung pengertiannya terbatas pada tenaga kerja di pabrik yang tidak terlibat secara langsung pada proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya overhead pabrik.

 

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan tenaga kerja antara lain adalah:

  • Kebutuhan tenaga kerja.
  • Pencarian atau penarikan tenaga kerja.
  • Latihan bagi tenaga kerja baru.
  • Evaluasi dan spesifikasi pekerjaan bagi para tenaga kerja.
  • Gaji dan upah yang harus diterima oleh tenaga kerja.
  • Pengawasan tenaga kerja.

 

JENIS TENAGA KERJA

 

Untuk kepentingan penyusunan anggaran dan perhitungan harga pokok produk maka biasanya tenaga kerja dibagi menjadi:

  • Tenaga kerja langsung.
  • Tenaga kerja tak langsung.

 

Di muka telah diuraikan tentang bahan mentah langsung dan tak langsung yang pada dasarnya sama sifatnya dengan tenaga kerja langsung dan tak langsung ini.

Tenaga kerja langsung mempunyai sifat-sifat:

  1. Besar kacilnya biaya untuk tenaga kerja jenis ini berhubungan secara langsung dengan tingkat kegiatan produksi.
  2. Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja jenis ini merupakan biaya variabel.
  3. Umumnya dikatakan bahwa tenaga kerja jenis ini merupakan tenaga kerja yang kegiatannya langsung dapat dihubungkan dengan produk akhir (terutama dalam penentuan harga pokok).

 

Dikategorikan sebagai tenaga kerja langsung antara lain adalah para buruh pabrik yang ikut serta dalam kegiatan proses produksi dari bahan mentah sampai berbentuk barang jadi.

Sedangkan tenaga kerja tidak langsung mempunyai sifat-sifat:

  1. Besar kecilnya biaya untuk tenaga kerja jenis ini tidak berhubungan secara langsung dengan tingkat kegiatan produksi.
  2. Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja jenis ini merupakan biaya yang semi fixed atau semi variable. Artinya biaya-biaya yang mengalami perubahan tetapi tidak secara sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan produksi.
  3. Tempat bekerja dari tenaga kerja jenis ini tidak harus selalu di dalam pabrik, tetapi dapat diluar pabrik.

 

Apabila tenaga kerja jenis ini bekerja dalam lingkungan pabrik maka biaya yang dikeluarkan untuk mereka dikelompokkan ke dalam Anggaran Biaya Overhead Pabrik.

 

PERSIAPAN-PERSIAPAN DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN TENAGA KERJA

 

Sebelum menyusun anggaran tenaga kerja perlu ditentukan terlebih dahulu dasar satuan utama yang digunakan untuk menghitungnya. Kerap kali ditemui dalam praktik yakni satuan hitung atas dasar jam buruh langsung (Direct Labor Hour/DHL) dan biaya buruh langsung (Direct Labor Cost). Dalam persiapan penyusunan anggaran ini terlebih dahulu dibuat manning table.

Manning table, merupakan daftar kebutuhan tenaga kerja yang menjelaskan:

  1. Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.
  2. Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut pada berbagai tingkat kegiatan.
  3. Bagian-bagian yang membutuhkannya.

 

Manning table disusun sebagai hasil perkiraan langsung masing-masing kepala bagian Perkiraan ini dapat dilakukan dengan berdasarkan judgment saja, tetapi dapat pula dengan berdasarkan pengalaman-pengalaman pada waktu-waktu yang lalu, dengan berpedoman pada tingkat kegiatan perusahaan. Setelah itu lalu dihitung jam buruh langsung untuk masing-masing jenis barang yang dihasilkan atau masing-masing bagian tempat mereka bekerja. Jam buruh langsung ini dapat dihitung dengan berbagai cara, di antaranya dengan analisa gerak dan waktu.

 

Analisis gerak yaitu pengamatan terhadap gerakan-gerakan yang dilakukan dalam rangka proses produksi satu jenis barang tertentu. Sedangkan analisa waktu yaitu perhitungan terhadap waktu yang dibutuhkan untuk setiap gerakan yang dilakukan dalam rangka proses produksi. Sebagai hasil dilakukannya analisa gerak dan waktu ini akan diperoleh waktu standart yang diperlukan untuk menyelesaikan satu unit barang tertentu, yang dinyatakan dengan DLH /Direct Labor Hour.

 

Setelah dihitung jam buruh langsung untuk masing-masing jenis barang, kemudian dibuat perkiraan tentang tingkat upah rata-rata (average wage rate) untuk tahun anggaran yang bersangkutan. Cara yang termudah untuk mencari tingkat rata-rata per orang per jam buruh langsung adalah dengan membagi jumlah rupiah yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja langsung dengan jumlah jam tenaga kerja langsung yang diperlukan.

 

Anggaran biaya tenaga kerja langsung:

 

a. Jumlah barang yang diprodusir, yang dilihat dari anggaran produksi.

b. Jam buruh langsung (DLH) yang diperlukan untuk mengerjakan 1 unit barang.

c. Tingkat upah rata-rata per jam buruh langsung.

d. Jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan.

e. Waktu produksi barang (bulan atau kuartal).

 

§  Jurnal untuk pembagian upah:

 

Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung            xxx

Gaji dan Upah                                                                                 xxx

 

§  Pencatatan biaya tenaga kerja (langsung & tak langsung) di Departemen Produksi:

 

Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Departemen A                xxx

Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Departemen B                xxx

Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Departemen C                xxx

Gaji dan Upah                                                                                                    xxx

 

 

1 Komentar »

  1. terimakasih infonya…
    lumayan nambahin di tugas ahkir semester

    Komentar oleh Bi — Januari 12, 2011 @ 12:55 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: