Ikha2705’s Weblog

Oktober 10, 2011

Teori Etika

Filed under: Uncategorized — ikha @ 4:00 pm
  1. Teori Deontologi

Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.  Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting. Deontologi bersangkutan dengan pertimbangan yang didasarkan kepada peraturan (hukum) atau karena secara inherent benar, memberikan kewajiban absolut, dan memberikan kriteria formal (ketidakbiasan, ketidakprejudisan).  Teori deontologi kadang-kadang memasukkan kriteria teleologis. (Paradidoks Sokrates: lebih baik menderita ketidakadilan daripada berbuat tidak adil, sebab tindakan apapun (tanpa mempedulikan sebesar apa pun yang diberikan kepada si pelaksana) sama sekali tidak baik jika kesenangan itu terjadi dari hal yang secara moral tidak baik. Dalam pemahaman teori Deontologi memang terkesan berbeda dengan Utilitarisme. Jika dalam Utilitarisme menggantungkan moralitas perbuatan pada konsekuensi, maka dalam Deontologi benar-benar melepaskan sama sekali moralitas dari konsekuensi perbuatan. ”Deontologi” ( Deontology ) Contoh : kita tidak boleh berbohong kepada orang lain melalui ucapan maupun perbuatan.

2.    Teori Teleologis

Berasal dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.Teori Teleologis memungkinkan sifat relatif moralitas.  Sifat relatif moralitas ini memungkinkan orang untuk mengambil keputusan atas dua pilihan tindakan yang harus diambil (pilihan etis). Moralitas mempunyai dua dimensi. Pertama, dimensi hukum yang berfokus pada hukum-hukum dan prinsip-prinsip, universal, rasional, dan objektif (tanpa pamrih, tidak memihak, bebas kepentingan, dan bebas kekuasaan), taat hukum (“kewajiban demi kewajiban”), dan tidak bersifat perorangan.

Dua aliran etika teleologi :
– Egoisme Etis
– Utilitarianisme
Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Contoh : kewajiban untuk membayar hutang.

3. Teori Hak

Teori hak adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan dan perilaku. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama.

Contoh : Hak seseorang untuk memilih presiden di negara mereka.

4. Teori Keutamaan

adalah disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.

Contoh :

• Kebijaksanaan, misalnya, merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat dalam setiap situasi.

• Keadilan adalah keutamaan lain yang membuat seseorang selalu memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya.

• Suka bekerja keras adalah keutamaan yang membuat seseorang mengatasi kecenderungan spontan untuk bermalas – malasan. Ada banyak keutamaan semacam ini. Seseorang adalah orang yang baik jika memiliki keutamaan.

Sumber : Dildonk.wordpress.com/2011/10/10/pengertian-contoh-dari-etika-teologi-deontologi-teori-hak-teori-keutamaan/www.google

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: